Pemilihan Dirut NKRI

Sekilas saya menulis. Memperhatikan maraknya diskusi mengenai capres akhir-akhir ini, bolehlah dikatakan “diskusi” karena saya malas menggunakan kata “twittwar” atau “debat kusir” karena saya menghargai semua pendapat. Baik atau buruk, benar atau salah, musti dihargai sebagai bagian dari proses tumbuhnya kesadaran setiap individu.

Tulisan ini juga bukan untuk mendukung salah satu capres, sebab saya tak terlalu peduli dengan menu pencapresan di restoran demokrasi Indonesia. Peduli, tapi tak terlalu peduli. Masuk ke pikiran tapi cuma di teras-terasnya saja, gak sampai masuk ke kamar tidur, apalagi masuk ke hati saya. Dilarang.

Continue reading “Pemilihan Dirut NKRI”