Tentang Keamanan

Kata Simbah, muslim adalah seseorang yang sanggup memberikan rasa aman pada lingkungan yang pastinya termasuk manusia di sekitarnya. Terutama pada tiga hal: nyawanya, hartanya dan martabatnya.

Mengamankan nyawa artinya tidak membunuh atau menghilangkan nyawa orang lain. Mengamankan harta berarti tidak mencuri atau mengambil hak orang lain. Mengamankan martabat yaitu dengan tidak merendahkan, merusak atau menghina eksistensi manusia lain.

Namun, seperti sikap mulia lainnya, it’s easier said than done, mengucapkannya lebih mudah dari melaksanakannya.

Bisakah anda mengambil harta atau hak orang lain tanpa merusak martabatnya? Mampukah anda menghina manusia, merendah-rendahkannya tanpa membunuhnya? Seringkali ketiganya berinterseksi sangat dekat.

Memang tak mudah.

Atau mungkin kita bisa sampai pada tahapan yang lebih mulia, seperti: membiarkan mereka mengambil hak-hak atau harta kita, agar martabat mereka tetap terjaga. Kalau perlu jangan sampai mereka tahu kalau kita tahu.

Ambil lah semua dan jadilah pahlawan. Tak perlu ada rasa khawatir, martabatmu akan selalu kujaga. Kan kusimpan semua dalam dada.

Aturan & Kebijaksanaan

Suatu kali saya dihentikan oleh seorang polisi lalu lintas karena melanggar aturan 3in1. Seperti semua tahu, aturan 3 in 1 adalah keharusan berpenumpang 3 orang atau lebih pada sebuah mobil yang mengendara pada suatu daerah tertentu. Aturan ini diterapkan untuk mengurangi kemacetan lalu lintas pada jam-jam tertentu, yaitu pukul 7.30 sampai 9.30 di pagi hari dan pukul 16.30 sampai 19.00 di malam hari. Perdebatan lalu terjadi antara saya dan bapak polisi karena saya ditilang pada pukul 16.25, sesuai jam yang tertera pada jam di dashboard mobil saya, sedang bapak polisi meyakinkan bahwa jam di tangannya sudah menunjukkan pukul 16.30. Bukan itu saja yang bikin saya terpaksa mendebat beliau, saya juga diberhentikan pada garis terakhir perbatasan antara area 3in1. Jadi, jika sedetik saja bapak polisi tersebut tidak menghentikan mobil kami, maka keluarlah kami dari area 3 in 1. Continue reading “Aturan & Kebijaksanaan”