64 Tahun Cak Nun

Puluhan nama disematkan ke dirinya: Cak Nun, Emha, si Emha, Pak Emha, Mbah Nun, Ainun, Sahan, Yang Mulia Cak Nun, Maulana, dll; nama-nama itu seperti menerangkan begitu multidimensi-nya beliau.

Ada orang-orang yang memahami sisi intelektualnya, meski ia bukan akademisi, tapi Cak Nun selalu mengajarkan cara berpikir yang akademis, logis, rasional, tertata, padat dan komprehensif. Diskusi, seminar, panel di kampus, pemerintahan dan ruang-ruang intelektual ia hadiri hampir setiap hari, hingga kini. Orang-orang ini biasa memanggilnya: Emha, atau Pak Emha. Continue reading “64 Tahun Cak Nun”

Epilog Awal Sebuah Tikungan Iblis

Salah seorang penonton bertanya-tanya sesaat setelah ia keluar meninggalkan area pertunjukkan teater Tikungan Iblis, “Dapat tafsir darimana Cak Nun yang menyatakan bahwa Iblis tidak lagi menggoda manusia sejak ia bertemu Muhammad?” Saya spontan menjawab, “Itu tafsir Nadjibiyah.”  Continue reading “Epilog Awal Sebuah Tikungan Iblis”