Kampanye Medsos

Kegiatan kampanye itu bertujuan untuk mempromosikan Capres A atau Parpol A kepada masyarakat yang punya kecenderungan memilih Capres B atau Parpol B, tujuannya tentu untuk mempengaruhi pilihan politiknya. Jadi, tidak ada gunanya anda kampanye Capres A ke masyarakat yang memang sudah memastikan dirinya memilih Capres A. Itu seperti menggarami lautan, selain sia-sia, juga terlihat lucu. Kampanye politik kan hampir sama dengan brand marketing, mesti punya target market juga.

Persoalannya, karena saya belum pernah melakukan riset apa preferensi pilihan politik follower saya di media sosial, apakah mereka mayoritas pendukung Jokowi atau Prabowo, maka saya memutuskan untuk tidak melakukan kampanye politik pada mereka. Sebab, saya khawatir akan menjadi sia-sia.

Bro, beli obat ini deh. Manjur nih”, saya takut dijawab, “Udah bro, udah beli gua.” Nah.

Namun, saya sangat memahami jika ada sebagian teman-teman di media sosial yang setiap hari mempromosikan “Ayo Pilih Jokowi” misalnya. Besar kemungkinan mereka pasti sudah memetakan, bahwa mayoritas follower atau teman-temannya di media sosial adalah pendukung Prabowo. Atau ya sebaliknya.

Kasihan juga ya mereka, menjadi “minoritas” diantara pilihan politik teman-temannya.

Sabar ya, Kawan.