64 Tahun Cak Nun

Puluhan nama disematkan ke dirinya: Cak Nun, Emha, si Emha, Pak Emha, Mbah Nun, Ainun, Sahan, Yang Mulia Cak Nun, Maulana, dll; nama-nama itu seperti menerangkan begitu multidimensi-nya beliau.

Ada orang-orang yang memahami sisi intelektualnya, meski ia bukan akademisi, tapi Cak Nun selalu mengajarkan cara berpikir yang akademis, logis, rasional, tertata, padat dan komprehensif. Diskusi, seminar, panel di kampus, pemerintahan dan ruang-ruang intelektual ia hadiri hampir setiap hari, hingga kini. Orang-orang ini biasa memanggilnya: Emha, atau Pak Emha.

Namun, banyak juga yang mengenal dan mengakrabi beliau dari sisi budayanya, tak heran ia juga disebut “budayawan”. Tentang karir dan karya seni dan kebudayaan ini, saya berani mengatakan belum ada yang menandinginya. Entah sudah berapa ratus buku, berapa ribu essay, berapa ratus naskah teater, lagu dan puisi teater yang sudah ia hasilkan. Golongan seniman-seniman tua yang mengenalnya, biasa memanggilnya “Ainun” atau hanya “Nun”.

“Sahan” adalah panggilan dalam lingkup keluarga. Keluarga dalam konteks ini bukan hanya sedarah, kalau anda berkeliaran di kediaman beliau di Kadipiro, anda akan tahu hal ini. — Beberapa tahun lalu, saya yang bukan siapa-siapa suatu kali datang ke Kadipiro, duduk di kursi panjang balainya. Tak sengaja, saya melihat bayangan Cak Nun di jendela atas, tak jauh dari saya duduk. Tanpa perhitungan adab (saya merasanya seperti itu ketika itu) saya SMS beliau dan memberitahukan bahwa saya sedang duduk di bawah, dan dibalasnya “diluk Ron” yang artinya “sebentar”. Dan tak lama ia terlihat turun tangga, duduk depan saya dan memintakan kopi untuk saya. Hal-hal seperti ini tidak berlaku buat saya, memang seperti itulah adanya Cak Nun. Dia bisa menjadi teman keseharian kita, menjadi keluarga untuk siapa saja yang tulus mendekat.

Golongan lain memanggilnya “Maulana” dan “Yang Mulia”, ini sedikit orang yang mengetahui, biasanya ada dalam ruang-ruang obrolan bernuansa spiritual, yang sulit saya jelaskan. Tapi saya tahu dengan mata dan telinga saya sendiri, banyak orang menyebut beliau itu.

Saya sendiri, menyapa beliau dengan “Cak”.