Puasa Memperbaharui Akhlak

Satu alasan mengapa puasa musti terus dilakukan setiap tahun, mungkin salah satunya adalah sebuah pelajaran agar akhlak kita terus menerus terbaharui. Sebab hal sederhana dalam berpuasa adalah justru bagaimana kita disuruh meninggalkan perbuatan yang halal, bukan yang haram.

Puasa bukan mengajari kita untuk tidak mencuri, tidak menyakiti atau menipu orang lain, bahkan puasa tidak mengajari kita untuk tidak korupsi (eh maaf, korupsi termasuk mencuri, sudah disebut sebelumnya), lebih sederhana dari itu semua; puasa mengajari kita untuk tidak minum teh manis, tidak makan bakwan atau ngemil bakso di siang hari. Sesederhana itu.

Artinya, Tuhan menyuruh kita puasa (dalam hal ini puasa Ramadan) agar kita punya kemampuan untuk menghindari hal-hal remeh, hal-hal yang (justru) halal.

Kalau perilaku tidak korupsi, tidak mencuri, tidak mengintimidasi orang dengan kekerasan, dll itu memang tidak boleh kita lakukan meski diluar Ramadan. Jadi, anda berpuasa atau tidak berpuasa, mencuri itu tetap haram. Bukan itu pelajarannya. Maka lucu kalau ada kalimat: “Maaf, saya tidak mencuri, saya sedang berpuasa,” atau “Maaf, saya tidak bisa berbohong, karena saya sedang berpuasa.”

Logikanya, jika dari hal atau perbuatan yang halal saja kita bisa menahan diri apalagi menahan diri dari perbuatan yang haram dan tercela. Kalau tempe goreng yang jelas halalnya saja kita bisa menolak untuk memakannya, apalagi makan dari uang curian.

Anda boleh saja memperdalam makna puasa, mengelaborasi lebih mendetail lagi substansi dan hikmah puasa, namun bagi saya itulah hikmah puasa yang paling ada di permukaan. Sesederhana itu.

Puasa hakikatnya adalah menahan diri dari yang halal. Lalu, setelah Ramadan berlalu, pertanyaan selanjutnya adalah: hal halal apa yang bisa kita tolak atau kita hindari? Silakan menjawabnya. Karena disitulah letaknya akhlak.

Lho, lucu. Hal halal kok dihindari? Maksudnya gimana? Nah kan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s