Badar

Kejadian perang Badar merupakan pertarungan terakhir umat Islam di Madinah waktu itu, ketika itu Abu Lahab, Abu Sofyan berangkat dari Syam menuju Mekkah kemudian ‘kencan’ untuk perang di lembah Badar.

Pasukan Islam hanya seperenam dibanding pasukan Abu Jahal. Jarak tempuh Madinah ke Lembah Badar sekitar 230 km kalau jalan kaki biasa. Ketika itu pasukan Rasulullah berjalan kaki dari Madinah ke lembah Badar sejauh itu tanpa alas kaki, diatas bebatuan dan pasir yang panas dengan suhu sekitar 44 derajat celcius. Tanpa teh botol, aqua, tanpa kacang rebus. Dengan keadaan alam yang berat dan kondisi fisik yang amat melelahkan selama perjalanan seperti itulah, perang Badar terjadi.

Maka pasukan Rasulullah sudah loyo ketika sampai lokasi peperangan, kondisi itu sangat dipahami oleh Rasulullah. Ketika telah sampai di Badar, salah seorang dari mereka terjatuh lemas ketika tubuhnya ditepuk oleh Rasulullah. Melihat pasukannya dalam kondisi yang lemah dan tidak berdaya, dan tidak akan mungkin dalam keadaan yang seperti itu pasukannya akan memenangkan perang, maka Rasullulah berdoa kepada Allah dengan segenap kepasrahannya, “illamtakun alaiiya ghoodobunn falla ubali“, bahwa bagaimanapun dan apapun keadaan yang akan ditimpakan kepada umat ini nantinya dalam peperangan, kekalahan, ketersiksaan, akan ia terima, asalkan Tuhan tidak marah kepada kami. Itulah puncak keislaman.

Apa itu puncak keislaman? Yaitu ketika kita dalam keadaan sudah tidak memiliki kemampuan apapun, sangat tidak berdaya, tidak ada tempat lagi untuk berlindung, kita pasrah dan siap menerima apapun yang akan terjadi kepada kita atas suatu kehendak Allah. Gempa dan bencana yang ditimpakan kepada bangsa ini sebenarnya telah menghantarkan manusia-manusia Indonesia (warga Aceh, Jogja, dll) sampai kepada tingkat keislaman yang tertinggi yaitu sikap kepasrahan atas apa saja yang ditimpakan, asalkan itu menjadikan Tuhan tidak marah kepada bangsa ini.

Catatan reportase forum Kenduri Cinta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s